[breadcrumb]

Agar Indikator Baterai Lebih Akurat, Yuk Simak Cara Kalibrasi Baterai Laptop

Wednesday, May 13th 2020. | IT

Laptop merupakan perangkat yang cukup banyak diminati karena lebih mudah di bawa kemana mana. Namun, penggunaan laptop yang cukup lama menyebabkan kinerjanya menurun. Salah satu masalah yang biasanya dihadapi para pengguna yaitu baterai yang penuh, namun tiba tiba habis dalam waktu yang cepat. Sebelum memutuskannya untuk mengganti baterai, anda bisa mencoba cara kalibrasi baterai laptop untuk memperbaiki indikator pada baterai.

Tips Mengkalibrasi Baterai Laptop dengan Benar dan Mudah

Kalibrasi baterai bisa dilakukan dengan cara manual. Sebelumnya, anda harus memastikan bahwa laptop tidak berpindah ke mode sleep setelah beberapa saat tidak aktif. Untuk melakukannya, anda bisa melakukan pengaturan daya laptop dengan menggunakan control panel. Caranya yaitu masuk ke control panel, kemudian pilih Hardware and Sound, lalu klik Power Options, kemudian pilih menu “Change when the computer sleeps“.

Selanjutnya anda perlu mengubah pengaturan   “Put the computer to sleep” menjadi “never“. Kemudian klik menu  “Change Advanced power setting“. Selanjutnya setelah tab baru terbuka, cari menu “Battery“ dengan menggulirmouse ke bawah, lalu ekspansi dengan menekan simbol “+“, anda juga perlu melakukan ekspansi pada bagian “Critical battery action” kemudian pilih pengaturan “Hibernate“. Selanjutnya ekspansi bagian “Critical battery level” dan klik  “On battery“.

Selanjutnya atur persentase daya dengan angka yang rendah yaitu 1% hingga 5%. Kemudian pilih Apply, klik OK, untuk menyimpan pengaturan tersebut,  klik Save changes. Setelah selesai melakukan pengaturan pada baterai, maka anda bisa melakukan cara kalibrasi baterai laptop dengan  mengisi baterai hingga penuh. Kemudian, jangan memutuskan pengisian meskipun baterai sudah penuh. Biarkan hingga beberapa menit atau beberapa jam.

Baru kemudian, lepaskan charger dan biarkan baterai laptop habis. Jika baterai laptop sudah kosong maka laptop akan mati sepenuhnya. Kemudian, isi baterai laptop kembali hingga 100%. Hindari menggunakan laptop ketika sedang mengisi daya. Jika baterai sudah penuh, maka cara ini sudah bisa dikatakan selesai. Seharusnya indikator pada baterai sudah sesuai dengan sisa daya pada baterai. Namun, anda bisa menggunakan cara lain jika cara ini tidak berhasil.

Cara selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengalibrasi baterai yaitu dengan menggunakan bantuan pihak ketiga. Ada beberapa sofware yang bisa digunakan diantarnya Smarter Battery dan BatteryCare.  Kedua aplikasi ini bisa digunakan juga anda memakai sistem operasi Windows 10.  Tentunya untuk menggunakan software ini, maka anda perlu mengunduhnya terlebih dahulu di perangkap laptop yang dimiliki.

Smarter Battery menjadi software manajemen daya baterai yang banyak digunakan oleh penguna Windows.  Ada beragam fitur yang disediakan untuk meningkatkan kinerja dari baterai laptop yang digunakan serta membuat agar batreai lebih awet.  Fitur yang ada pada software ini juga sudah dilakukan pembaharuan pada versi terbaru untuk memperbaiki beragam fitur yang ada pada aplikasi. Cara kalibrasi baterai laptop dengan software ini bisa menggunakan versi gratis.

Namun, untuk versi gratisnya hanya bisa digunakan dalam waktu 10 hari saja. Agar kinerjanya lebih optimal, maka anda perlu membeli versi yang berbayar.  Selain itu, anda juga bisa menggunakan bantuan software BatteryCare. Software ini seringkali digunakan untuk mengosongkan  baterai laptop secara cepat, untuk memudahkan kalibrasi. Software ini bisa digunakan untuk semua versi Windows mulai dari Windows XP hingga Windows 10.

Keunggulan dari BatteryCare yaitu anda bisa mendapatkan informasi kinerja baterai yang lebih akurat. Selain itu, anda juga bisa mengunduh dan memasangnya secar gratis di laptop. Keuntungan lainnya yaitu anda bisa mendapatkan informasi tentang merk, kapasitas baterai, wear level hingga kapan kalibrasi terakhir lakukan.  Jika wear levelnya kurang dari 20% maka anda perlu melakukan cara kalibrasi baterai laptop.

Jika anda tidak ingin melakukan kalibrasi dengan menggunakan bantuan software, maka anda juga bisa menggunakan BIOS. Namun, perlu diketahui bahwa metode ini hanya bisa dilakukan pada laptop yang sudah dilengkapi dengan program kalibrasi baterai pra-isntal baterai.  Untuk mengetahuinya, anda bisa mengeceknya dengan melihat pada BIOS yang ada di laptop anda. Cara melakukan kalibrasi dengan BIOS juga tidak terlalu ribet karena anda tidak perlu menginstal.

Sebelumnya, matikan laptop terlebih dahulu, baru kemudian hidupkan kembali. Selanjutnya, anda bisa masuk ke BIOS, caranya dengan menekan tombol F2. Namun, bisa jadi bahwa setiap laptop memiliki cara masing masing sehingga anda perlu menyesuaikan dengan laptop yang anda gunakan. Usahakan untuk melakukannya secara langsung, setelah laptop dihidupkan. Setelah masuk ke BIOS,  kemudian gunakan tombol kursor keyboard untuk pilih menu “Power”

Kemudian pilih  “Start Battery Calibration” lalu tekan enter.  Selanjutnya anda bisa mengikuti instruksi dari layar dan lakukan pengisian daya sampai baterai penuh 100%.  Lepaskan pengisis daya jika baterai sudah penuh. Anda perlu membiarkan baterai laptop tersebut habis dengan sendirinya sampai laptop  menjadi mati. Waktu yang dibutuhkan tergantung dari kapasitas masing masing baterai pada laptop.

Kemudian lakukan pengisian baterai lagi, namun jangan sampai  mem-boot sistem ketika sedang mengisi baterai laptop. Pengisian baterai bisa dilakukan sampai benar benar penuh. Jika kalibrasi ini berhasil, maka seharusnya indikator baterai menunjukkan daya baterai yang masih terisa dengan benar. Dengan begitu, baterai akan menjadi lebih awet. Jika baterai laptop sudah rusak, maka cara kalibrasi baterai laptop ini tidak akan berpengaruh.

Penyebab Kalibrasi  Baterai  pada Laptop Perlu Dilakukan

Mungki bagi beberapa orang, menganggap bahwa kalibrasi pada baterai bisa menyebabkan baterai awet. Namun, hal ini sebenarnya tidaklah benar. Kalibrasi baterai hanya bisa digunakan untuk mengembalikan indikator pada baterai agar bisa menunjukkan angka yang normal seperti semula. Sebagaimana diketahui bahwa ketika laptop digunakan secara terus menerus,maka akan terjadi penurunan performa, termasuk juga dengan komponen baterai.

Umunya kalibrasi baterai ini akan lebih baik jika dilakukan sekitar 2 atau 3 bulan sekali, agar indikator baterai menjadi lebih akurat. Selain itu, anda juga bisa melakukannya jika memang baterai sudah menunjukkan tanda tanda penurunan performa. Namun, jika ternyata ketika dilakukan kalibrasi tidak ada pengaruh terhadap iindikator baterai, maka bisa dipastikan baterai anda mengalami kerusakan. Sehingga anda perlu mengganti baterai pada laptop.

Jika memang laptop yang digunakan masih baru, maka kalibrasi ini tidak diperlukan. Selain itu, kalibrasi baterai mungkin juga tidak dibutuhkan jika anda selalu menggunakannya di tempat yang dekat dengan sumber listrik. Namun, bagaimana jika laptop tersebut sering digunakan di luar ruangan? Pastinya anda akan membutuhkan cara kalibrasi baterai laptop baik secara manual, maupun dengan menggunakan software.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengalibrasi baterai diantaranya dengan cara manual, BIOS, maupun dengan menggunakan bantuan software. Namun, sebaiknya anda mencoba cara manual terlebih dahulu, sebelum menggunakan cara yang lain. Karena dengan menggunakan cara ini, maka anda tidak perlu menginstal software terlebih dahulu. Namun, jika cara manual tidak berhasil, maka anda bisa mengunakan BIOS maupun dengan bantuan software.

tags: